(sebuah kumpulan Artikel dan Makalah)

PEMBINAAN SADAR WISATA KEPADA 4 (EMPAT) KELURAHAN TERBAIK

KOTA SIBOLGA TAHUN 2015

SAPTA PESONA

Makna logo Sapta Pesona dilambangkan dengan Matahari yang bersinar sebanyak 7 buah yang terdiri atas unsur Keamanan, Ketertiban, Kebersihan, Kesejukan, Keindahan, Keramahan, dan Kenangan. Tujuan diselenggarakan program Sapta Pesona adalah untuk meningkatkan kesadaran, rasa tanggung jawab segenap lapisan masyarakat, baik pemerintah, swasta maupun masyarakat luas untuk mampu bertindak dan mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari.

PENDAHULUAN

Keindahan alam,  keanekaragaman hayati, flora dan faunanya,  beraneka warna seni dan budaya serta kehidupan sosial masyarakat dengan adat istiadatnya yang ragam di Kota Sibolga menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung dan merupakan modal utama dalam penbangunan pariwisata di Kota Sibolga.

Untuk itu, sebagai salah satu upaya pelestarian alam, seni dan budaya serta adat istiadat masyarakat, maka  jenis pariwisata yang dikembangkan adalah wisata alam (ekowisata), wisata budaya, serta wisata kuliner  yang berbasis masyarakat. Untuk itu, perlu upaya dalam mendorong partisipasi masyarakat dengan meningkatkan pemahaman pariwisata melalui kegiatan penyuluhan pariwisata.

Dengan memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang Sadar Wisata dan Sapta Pesona secara berkelanjutan  diharapkan seluruh lapisan masyarakat mampu memahami dan  menerapkan nilai-nilai dan tujuan penyuluhan Sadar Wisata dan Sapta Pesona. Dengan demikian pemerintah bersama-sama masyarakat dan pengusaha pariwisata dapat memberikan pelayanan yang optimal kepada wisatawan yang berkunjung ke  wilayah Kota Sibolga.

Pemahaman akan istilah-istilah pokok dalam kepariwisataan sangat penting agar ada kesamaan dan kesatuan bahasa, sehingga akan memudahkan dalam mencernakan hal- hal yang berkaitan dengan pendalaman tentang maksud pariwisata.

Sesuai dengan Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2009 Tentang Kepariwisataan, disebutkan beberapa istilah kepariwisataan antara lain :

 

Pengertian Pariwisata

Wisata : Kegiatan perjalanan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang dengan mengunjungi tempat tertentu untuk tujuan rekreasi, pengembangan pribadi, atau mempelajari keunikan  daya tarik wisata yang dikunjungi dalam jangka waktu sementara.

Wisatawan : Orang yang melakukan wisata

Pariwisata : Berbagai macam kegiatan wisata  dan didukung berbagai fasilitas  serta layanan yang disediakan oleh masyarakat, pengusaha, pemerintah dan pemerintah daerah.

Kepariwisataan : Keseluruhan kegiatan  yang terkai t dengan pariwisata  dan bersifat multidimensi serta multidisiplin yang muncul sebagai wujud kebutuhan setiap orang dan negara serta interaksi  antara wisatawan dan masyarakat setempat, sesama wisatawan, pemerintah, pemerintah daerah, dan pengusaha.

Daya Tarik Wisata : Segala sesuatu yang memiliki keunikan, keindahan dan nilai  yang berupa  keanekaragaman kekayaan  alam, budaya, dan hasil buatan manusia yang menjadi sasaran  atau tujuan kunjungan wisatawan.

Daerah Tujuan Pariwisata :   Daerah Tujuan Wisata yang selanjutnya disebut Destinasi Pariwisata adalah kawasan geografis yang berada dalam satu atau lebih wilayah administrasi yang di dalamnya terdapat daya tarik wisata, fasilitas umum, fasilitas pariwisata, aksesibilitas, serta masyarakat yang saling terkait dan melengkapi terwujudnya kepariwisataan.

Usaha Pariwisata :  Usaha yang menyediakan barang dan atau jasa bagi pemenuhan kebutuhan wisatawan lokal, nusantara maupun mancanegara dan penyelenggaraan pariwisata.

Pengusaha Pariwisata : Orang atau sekelompok orang  yang melakukan kegiatan usaha pariwisata.

Industri Pariwisata : Kumpulan usaha pariwisata  yang saling terkait dlam rangka menghasilkan barang dan/atau jasa bagi pemenuhan  kebutuhan wisatawan  dalam penyelenggaraan pariwisata.

Kawasan Strategis Pariwisata : Kawasan yang memiliki fungsi utama pariwisata atau memiliki potensi untuk pengembangan pariwisata yang mempunyai pengaruh penting  dalam satu atau lebih  aspek seperti pertumbuhan ekonomi, sosial dan budaya, pemberdayaan sumber daya alam, daya dukung lingkungan hidup, serta pertahanan dan keamanan.

Tujuan Pembangunan Kepariwisataan : Kepariwisataan bertujuan untuk :

meningkatkan pertumbuhan ekonomi;

meningkatkan kesejahteraan rakyat;

menghapus kemiskinan;

mengatasi pengangguran;

melestarikan alam, lingkungan, dan sumber daya;

memajukan kebudayaan;

mengangkat citra bangsa;

memupuk rasa cinta tanah air;

memperkuat jati diri dan kesatuan bangsa;

mempererat persahabatan antarbangsa.

 

SADAR WISATA        

Sebelum melaksanakan penyuluhan tentang Sadar Wisata ini, diperlukan pemahaman terhadap apa yang disebut dengan “Sadar Wisata”. Anda mungkin sudah mendengarnya tetapi apakah Anda memahami makna yang sebenarnya? Apa yang dimaksud dengan “Sadar wisata?”

Sebagai masyarakat yang mendukung program ini, maka kita sangat perlu memahami bahwa: harapan yang diemban dari Sadar Wisata ini adalah terciptanya suatu kondisi kepariwisataan Indonesia umumnya dan Kota Sibolga khususnya yang diinginkan (ideal) di tengah-tengah masyarakat melalui penerapan unsur-unsur Sapta Pesona secara konsekuen atas dasar kesadaran yang tumbuh  dari dalam diri sendiri. Lalu apa yang disebut dengan Sapta Pesona?

 

SAPTA PESONA

“Sapta Pesona” berasal dari dua patah kata, yaitu “Sapta” dan “Pesona”. Sapta  Pesona  ini  dipahami  sebagai 7 (tujuh)  unsur   yang  terkandung dalam setiap produk pariwisata serta dipergunakan sebagai tolak ukur peningkatan kualitas produk pariwisata.  Yang termasuk ke dalam tujuh unsur produk pariwisata itu adalah: Aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah, Ramah dan Kenangan.

Lalu apa yang dimaksud dengan produk pariwisata itu?

Produk pariwisata mencakup Usaha Jasa Pariwisata, Pengusahaan Obyek dan Daya Tarik Wisata dan Usaha Sarana Pariwisata.  Setiap produk pariwisata ini harus membangun unsur-unsur yang membangun Sapta Pesona tersebut.

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Sapta Pesona merupakan suatu kondisi yang harus diwujudkan dalam setiap produk pariwisata sehingga dapat menarik minat wisatawan berkunjung ke suatu daerah atau wilayah di Negara/daerah kita.

Sesuai dengan makna Sapta Pesona di atas, maka Logo Sapta Pesona yang telah ditetapkan dengan Keputusan Menteri Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi Nomor : KM.5/UM.209/MPPT-89 tentang Pedoman Penyelenggaraan Sapta Pesona dilambangkan seperti berikut  ini. Makna logo Sapta Pesona dilambangkan dengan Matahari yang bersinar sebanyak 7 buah yang terdiri atas unsur Kemanan, Ketertiban, Kebersihan, Kesejukan, Keindahan, Keramahtamahan, dan Kenangan.

Tujuan diselenggarakan program Sapta Pesona adalah untuk meningkatkan kesadaran, rasa tanggung jawab segenap lapisan masyarakat, baik pemerintah, swasta maupun masyarakat luas untuk mampu bertindak dan mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari.

 

 

NILAI “ FILOSOFIS” KEPARIWISATAAN INDONESIA

Mungkin anda bertanya-tanya , “Kenapa mesti ada nilai filosofis dalam dunia pariwisata?. Jawabnya adalah agar dunia pariwisata kita memiliki landasan kepribadian yang kuat, yang benar-benar bertindak, bergaul dalam dunia pariwisata secara mendasar.

Baiklah, sebelumnya diungkapkan bahwa “Sadar Wisata” terdiri dari tujuh (7) unsur “Sapta Pesona”, yaitu aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah dan kenangan.

Dengan demikian, antara  konsep Sadar Wisata dan konsep Sapta Pesona itu terdapat hubungan yang padu dan berkaitan erat satu sama lainnya. Nah, hubungan inilah yang disebut sebagai “Filosofi Kepariwisataan Indonesia”. Atas pemahaman inilah kita semua diharapkan mampu menerapkan pada setiap kegiatan Pembangunan Kepariwisataan Indonesia di seluruh daerah, termasuk di Kota Sibolga.

 

POHON PARIWISATA

Anda mungkin pernah menanam sebatang pohon mangga, Anda menyiramnya secara teratur setiap hari dan kemudian setelah beberpa hari Anda memberinya pupuk. Beberapa tahun kemudian mangga itu berbunga dan menghasilkan buah yang banyak, besar dan manis rasanya. Pada akhirnya banyak orang (tidak hanya Anda sendiri) menikmati buah mangga tersebut.

Jika kita amati lebih detail apa yang Anda lakukan  membesarkan pohon mangga iitu, maka di antaranya adalah memberikan pupuk dan menyiramnya dengan air.

Nah apabila pariwisata hendak kita gambarkan sebagai sebatang pohon mangga itu, maka posisi Sadar Wisata akan berada pada bagian yang paling bawah dari pohon mangga tersebut, yakni pada bagian akar.

Jadi kesimpulannya, Sadar Wisata terdapat pada bagian akar pohon “Pohon Pariwisata”.  Dalam arti ia akan menjadi dasar atau pondasi (penyangga) yang kuat sehingga pohon tumbuh dengan subur dan kuat.

Maka apa yang harus kita lakukan agar Pohon Pariwisata tersebut tumbuh besar, berbunga dan akhirnya berbuah? “Ya, jangan kita lupakan, marilah kita memelihara, menjaga, merawat dengan memberinya pupuk yang baik dan berkualitas”, sehingga apa yang dihasilkan dari pohon itu kita dapat cicipi bersama.

Lalu bagaimana jika kita mengaitkannya dengan organisasi pariwisata di pemerintahan, di manakah letak Sadar Wisata kita?

Kita sudah pasti mengetahui bahwa Sadar Wisata itu terletak pada kekuatan unit-unit kerja yang mendukung organisasi pariwisata tersebut. Dengan demikian tentu amat membesarkan hati apabila pohon ini dimiliki pula oleh seluruh insan pariwisata dan masyarakat pada umumnya.

Marilah kita mulai menggali dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam Program Sadar Wisata dan Sapta Pesona ini dalam segala aktivitas kehidupan kita sehari-hari.