Pemuda adalah pelaku perubahan bangsa. Berbicara dan berdiskusi mengenai masalah pemuda tidak akan pernah ada habisnya, perubahan besar yang terjadi pada bangsa ini tidak terlepas dari peran para pemuda yang pada saat itu cerdas, kritis dan kreatif.

Sumpah pemuda 1928 lahir karena langkah-langkah  strategis yang dilakukan oleh pemuda untuk menyatukan pemuda di seluruh tanah air menjadi satu bangsa dan satu bahasa. “Seribu orang tua hanya bisa bermimpi, sedangkan satu pemuda dapat mewujudkan mimpi mereka,” kata Bung Karno ketika itu.

Menurut  Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2009 Pada Ketentuan Umum Pasal 1 Disebutkan bahwa :

* Pemuda adalah warga negara Indonesia yang memasuki periode penting pertumbuhan  dan  perkembangan yang berusia 16 (enam belas) sampai 30 (tiga puluh) tahun.

* Kepemudaan adalah berbagai hal yang berkaitan dengan potensi, tanggung jawab,  hak, karakter, kapasitas, aktualisasi diri, dan cita-cita pemuda.

* Pembangunan kepemudaan adalah proses memfasilitasi segala hal yang    berkaitan  dengan kepemudaan.

*  Pemberdayaan pemuda adalah kegiatan membangkitkan potensi dan peran aktif pemuda.

* Pengembangan kepemimpinan pemuda adalah kegiatan mengembangkan potensi  keteladanan, keberpengaruhan, serta penggerakan pemuda.

* Pengembangan kewirausahaan pemuda adalah kegiatan mengembangkan potensi  keterampilan dan kemandirian berusaha.

Dalam kacamata Pemerintah Kota Sibolga memandang Pemuda memiliki Peran penting dalam Pembangunan Kota Sibolga dimana Pemuda berperan sebagai :

1. OPOSISI (Pengontrol Kebijakan)

Sejalan dengan penerapan UU Otonomi Daerah dan Desentralisasi di RI saat ini, dimana pelimpahan wewenang dan kekuasaan yang lebih luas diberikan  kepada Pemerintah Daerah termasuk Pemerintah Kota Sibolga maka kesempatan bagi setiap masyarakat mengisi pembangunan daerah menjadi lebih terbuka. Menterjemahkan peran-peran strategis yang memberi konstribusi bagi percepatan pembangunan Kota Sibolga  menjadi pilihan yang tidak boleh diabaikan oleh kaum pemuda. Praktek desentralisasi yang acapkali tidak tepat diterjemahkan oleh pemerintah daerah, perlu terus mendapat kontrol dari masyarakat. Maka, Pilihan untuk menjadi OPOSISI (pengontrol kebijakan) dalam setiap kebijakan pembangunan daerah juga merupakan pilihan strategis bagi pemuda.

2. PELOPOR DAN PEMIMPIN PEMBAHARUAN

Selain sebagai Oposisi, Saatnya pemuda berperan sebagai Agen sekaligus pemimpin perubahan. Pemuda atau generasi muda yang relatif bersih dari berbagai kepentingan harus menjadi asset yang potensial dan mahal untuk keberhasailan pembangunan Kota Sibolga. Saatnya pemuda memimpin perubahan. Pemuda atau generasi muda yang tergabung dalam berbagai Organisasi Kemasyarakatan Pemuda memiliki prasyarat awal untuk memimpin perubahan di daerah Kota Sibolga karena pemuda Kota Sibolga lebih memahami dengan baik kondisi daerah ini dari berbagai sudut pandang. Kemudian proses kaderisasi formal dan informal dalam organisasi serta interaksi kuat dengan berbagai lapisan sosial termasuk dengan elit penguasa akan menjadi pengalaman dan ilmu berharga untuk melaksanakan pembaharuan.

  1. PENGGERAK DAN PENGAWAL PEMBANGUNAN

Peran ketiga yakni pemuda atau generasi muda Kota Sibolga adalah pilar, penggerak dan pengawal jalannya pembangunan dalam segala sektor. Dengan organisasi dan jaringannya yang luas, pemuda dan generasi muda dapat memainkan peran yang lebih besar untuk mengawal jalannya pelaksanaan  pembangunan daerah. Permasalahan yang dihadapi saat ini justru banyak generasi muda atau pemuda yang mengalami disorientasi, dislokasi dan terlibat pada kepentingan politik praktis. Seharusnya melalui generasi muda atau pemuda terlahir inspirasi untuk mengatasi berbagai kondisi dan permasalahan yang yang ada bukan menambah masalah yang ada.

4. PENGUSUNG NASIONALISME DAN PATRIOTISME

Pemuda berperan mengembalikan semangat nasionalisme dan patriotisme dikalangan generasi muda atau pemuda akan mengangkat moral perjuangan pemuda atau generasi muda. Nasionalisme adalah kunci integritas suatu negara atau bangsa. Visi reformasi seperti pemberantasan KKN, amandeman konstitusi, otonomi daerah, budaya demokrasi yang wajar dan egaliter seharusnya juga dapat memacu dan memicu semangat pemuda atau generasi muda untuk memulai setting agenda perubahan di Kota Sibolga. 

5. PELOPOR PELESTARIAN SUMBER DAYA

Pemuda merupakan pelopir Penjaga SDA  dalam  hal ini Secara khusus peranan pemuda di Kota Sibolga seharusnya lebih berorientasi kepada upaya membangun kualitas sumber daya manusia dan upaya menjaga kualitas sumber daya alam Kota Sibolga agar tetap dapat mempunyai daya dukung bagi pembangunan Kota Sibolga pada dasawarsa kedepan dan untuk persiapan bagi generasi mendatang. Pembangunan Kota Sibolga harus dapat diperjuangkan dan ditingkatkan agar  dapat sejajar serta mengejar ketertinggalan dengan daerah lain di Indonesia.

6. PRESSURE GROUP/KELOMPOK PENEKAN KEBIJAKAN

Pemuda atau generasi muda harus dapat memainkan perannya sebagai kelompok penekan atau pressure group agar kebijakan-kebijakan strategis daerah memang harus betul-betul mengakar bagi kepentingan dan kemashlatan umat.